Kursus Stereologi Ke-5 Tahun 2019

Pengantar

Ketika kita menghitung jumlah sel pada sediaan histologi seringkali kita langsung menghitung jumlah sel pada beberapa lapang pandang di satu irisan. Ketika kita mengukur diameter suatu bangunan histologi, kita langsung mengukur panjang dengan menarik garis dari kedua tepi bangunan tersebut.  Apakah hasil penghitungan dan pengukuran tersebut dapat dipercaya?

Stereologi berusaha menjawab pertanyaan tersebut dengan metode pengukuran parameter struktur 3 dimensi dari potongan mikroskopik 2 dimensi berdasarkan ilmu geometri dan statistik. Prinsip geometri digunakan untuk membahas tentang pengukur (probe) apa yang tepat untuk menghitung jumlah sel, rumus apa yang tepat untuk menghitung volume sebuah jaringan, panjang dan luas suatu struktur. Prinsip statistik digunakan ketika kita perlu mempertimbangkan tentang berapa jumlah subyek, blok, potongan, lapang pandang, hitungan serta melakukan kalkulasi estimasi presisi.

Stereologi dapat diterapkan pada berbagai bidang penelitian yang melibatkan pengamatan struktur mikroskopik seperti bidang kedokteran dan ilmu kesehatan; pengembangan bahan dan obat; biologi sel, hewan dan tumbuhan dan lain lain.

Kursus ini merupakan kursus kelima yang diselenggarakan di Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada. Program kursus meliputi kuliah dan praktikum yang diharapkan dapat memberi gambaran bagi peneliti tentang dasar dasar stereologi sehingga dapat membuka wawasan dan mulai menerapkan stereologi untuk mendapatkan data kuantitatif pada irisan jaringan.

 Materi (bahasa pengantar bahasa Indonesia)

Basic concepts in stereology, Volume estimation (Cavalieri estimator), The fractionator principle (systematic sampling), The disector, counting and sampling in 3D, Length and surface, IUR, Connectivity, Tissue deformation, Precision of physical fractionator estimates of numbers Vertical sections, Sampling and sizing of particles

  Unduh formulir pendaftaran disini